
Seorang ibu meneliti perkembangan otak bayinya sendiri, dengan sebuah alat khusus yang dipasang di kepala sang bayi. Alat itu kemudian dihubungkan dengan kabel-kabel komputer, sehingga dia bisa melihat pertumbuhan sel syaraf otak anaknya melalui layar monitor.
Ketika bayinya bangun, dia lalu memberinya ASI. Ketika sang bayi menyusui itulah ia melihat gambar-gambar saraf itu membentuk rangkaian yang indah. Ketika sedang asyik menyusui, si bayi yang berusia 9 minggu itu menendang salah satu kabel komputer. Si Ibu kaget, “No!”
Teriakan si ibu membuat si bayi kaget. Saat itu, si ibu melihat gambar sel syaraf tadi menggelembung seperti balon, membesar, dan pecah. Kemudian terjadi perubahan warna yang menandai kerusakan sel.
“Mungkin, kesedihan ini hanya saya yang menanggungnya. Sebagai ibu dan sekaligus sebagai scientist, saya menyaksikan otak anak saya hancur oleh teriakan saya sendiri, ibunya,” demikian diungkapkan Lise Eliot, PhD, seorang pakar biologi dan anatomi sel Medica School (Amerika Serikat), dalam bukunya What’s Going On in There.
Marah, kerap dianggap hal yang biasa, baik di rumah maupun di sekolah. Penelitian otak terkini menunjukkan, ketika seorang anak dimarahi maka yang terjadi adalah bergugurnya sel otak.
Tak hanya dimarahi. Tatkala marah pun otak seseorang akan mengalami kerusakan, termasuk anak-anak. Dalam darah ada hormon cortisol yang biasanya meningkat jika dalam keadaan stres atau marah. Jika hormon cortisol tinggi, itu bisa merusak otak pusat memori. Karena itu, orang pemarh bisa menjadi pelupa. Marah tak hanya menganggu otak, namun juga dapat mengubah fungsi organ tubuh. Menurut DR Mann, berdasarkan penyelidikan ilmiah, marah dapat menimbulkan berbagai perubahan dalam seluruh anggota tubuh seperti hati, pembuluh darah, perut, otak, dan kelenjar-kelenjar dalam tubuh. Seluruh jalan fungsi tubuh yang alamiah berubah pada waktu marah.
Oleh karena itu, ketika anak marah, untuk mengontrol emosinya disarankan untuk merangkul, memeluk, mencium atau mengusapnya dengan lembut. Semua sentuhan akan meningkatkan otak untuk memproduksi oksitoksin atau disebut juga love hormone. Jika oksitoksin diproduksi banyak, maka dapat menekan cortisol sehingga seseorang bisa berpikir lagi dengan baik.
Mau marah ?? Ingat !! sel otak anda bisa rusak karenanya
from:Hidayatullah.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar